budaya indonesia
meriam bambu permainan tradisional
Home / Berita Nasional / Sambil menunggu waktu berbuka puasa (ngabuburit) ala Anak-anak “Bermain Meriam Bambu”

Sambil menunggu waktu berbuka puasa (ngabuburit) ala Anak-anak “Bermain Meriam Bambu”

Sebelas.co, Tradisi permainan meriam bambu yang hanya berlangsung sekali setahun di bulan Ramadhan kembali jadi permainan populer di kalangan remaja dan anak-anak.Cara permainan ini adalaha Setelah bambu ditutup di bagian depan dan belakang, sekitar satu menit lamanya dibiarkan karbit menguap lalu disulut sehingga meledak layaknya letusan mercon.

Meski demikian meriam bambu tidak berbahaya seperti petasan, sebab meriam bambu ini bahan bakarnya hanya menggunakan karbit. Selain itu permainan ini murah meriah tidak seperti petasan yang harganya puluhan ribu rupiah.
Permainan meriam bambu ini dilakukan di tempat terbuka yang jauh dari pemukiman warga, sebab bunyi ledakan meriam ini sangat menggelegar membuat orang terkejut.Sambil menunggu waktu buka puasa (ngabuburit) anak-anak ini berlomba menghasilkan bunyi ledakan terbesar. Permainan tradisional ini baru berakhir ketika maghrib tela tiba.

Puluhan anak-anak di desa berkumpul mereka berkumpul di pantai Mampie sambil bermain meriam bambu atau biasa mereka sebut mercon. Permainan tradisional yang relatif murah dan mudah ini menjadi salah satu pilihan permaianan yang menyenangkan bagi anak-anak dan remaja di masa libur sekolah. Cukup dengan sepotong bambu berukuran tak lebih dari dua meter dan minyak tanah, anak-anak ini sudah bisa menghibur diri dengan bermain meriam bambu bersama di kebun atau di pantai. Dentuman bunyi letusan yang keras silih berganti atau bersamaan menjadi kepuasan tersendiri bagi mereka.

“Senang bisa kumpul dengan teman-teman sambil bermain meriam bambu. Kita biasanya akhiri permainan menjelang buka puasa,” ujar Iwan, salah seorang pemain meriam bambu. Agar suara ledakan tidak mengganggu warga, anak-anak dan remaja ini memilih tempat bermain yang cukup jauh dari kawasan pemukiman penduduk seperti di pantai ataupun kebun.

 

Sumber : kompas