Tradisi di Yogyakarta Makan Bersama Saat Awal Ramadhan
ilustrasi (doc/net)
Home / Food & Health / Tradisi di Yogyakarta Makan Bersama Saat Awal Ramadhan

Tradisi di Yogyakarta Makan Bersama Saat Awal Ramadhan

Sebelas.co, Yogyakarta – Masyarakat dusun Kedon memiliki tradisi unik di awal Ramadhan, desa Sumbermulyo, kecamatan Bambanglipuro, kabupaten Bantul, Yogyakarta.

Misalnya di Masjid Al-Fath di RT 05, Dusun Kedon, seluruh jemaah menikmati makan malam dengan menu tongseng ayam setelah melaksanakan tarawih.

Puluhan piring berisi tongseng ayam yang dipersiapkan ibu-ibu, dibagikan kepada jemaah. Setelah itu, jemaah berdoa dan dilanjutkan makan bersama.

Tradisi makan bersama awal Ramadhan ini sudah dilakukan sejak lama. Namun, pada masa-masa sebelumnya, makan bersama ini diberi nama “megonoan”, atau makan bersama dengan menu nasi megono.

Nasi megono adalah nasi dengan gudangan (urap sayuran), dengan lauk telur dan parutan kelapa. Hidangan disajikan menggunakan daun pisang.

“Dulu minumnya air dicampur gula jawa dan daun serai,”

Sejak beberapa tahun terakhir menu makan diganti tongseng ayam, hingga berbagai hidangan lainya yang lebih modern. Selain itu, warga sudah menggunakan piring sebagai media penyajiannya.

Tidak ada iuran saat warga menggelar acara ini. Sebagian besar warga membawa kebutuhan mulai dari kayu bakar hingga beras secara kolektif. Mereka bahu membahu menyiapkan segala kebutuhan.

Meski tidak ada hitungan pasti jumlah jemaah yang datang, tetapi panitia sudah menyiapkan menu dalam jumlah yang cukup.

Meski dari menu dan cara penyajian berbeda dari tradisi sebelumnya, namun tak mengubah tujuan dari acara makan bersama yang dilakukan.

Salah seorang warga, Mawan mengatakan, tradisi ini untuk mempererat persaudaraan antar warga. Diakuinya, menu berubah sejak beberapa tahun terakhir.

“Kadang sampai borong gerobak bakso,” ucapnya.

 

Sumber : Kompas.com