Home / Lifestyle & Mobility / Tips Ampuh Hadapi Dosen Killer

Tips Ampuh Hadapi Dosen Killer

Sebelas.co, Dosen sekiller apa pun, jika mahasiswa pintar menyiasatinya sebenarnya bisa luluh juga kok. Jika kamu berhasil melakukan ini, wah.. ini bisa menjadi kabar baik. Biar bagaimanapun, menjalin hubungan baik dengan dosen pengajar itu penting. Bukan hanya membuat kita bersemangat dan nyaman di kelas, tapi juga bisa mempermudah langkah kita selama masa kuliah. Tapi, bisakah?

Main pintar disini bukan akal- akalan ya, tapi benar- benar melakukan upaya positif untuk menjalin komunikasi dengan beliau- beliau ini. Pernah mendengar istilah tak kenal maka tak sayang? Nah kurang lebih seperti ini. Asal kita mau melakukan pendekatan, intropeksi diri dan menghormati, maka mendekati dosen killer ini bukan lah hal yang mustahil. Coba deh tips berikut :

1. Selalu Berangkat Tepat Waktu
Beberapa dosen killer ini biasanya cukup strict soal urusan masuk ke kelas. Beliau cenderung tidak memberikan toleransi sedikit pun untuk mahasiswa yang datang telat. Apa pun alasannya, dosen ini tetap tidak menerimanya. Tidak peduli juga berapa menit kamu terlambat. Yang pasti, sekali telat, tetap telat.

Sebagai mahasiswa pun kita juga harus tahu diri, namanya kuliah kan memang sudah ada jadwal yang telah disepakati, jadi ya kita harus bisa disiplin dan mematuhinya semaksimal mungkin. Terlepas dari dosen itu killer atau toleransi, usahakan untuk selalu datang sebelum jam kelas dimulai. Dengan begini, kuliah pun akan terasa aman dan nyaman.

2. Selalu Ramah dan Sopan pada Dosen
Tidak perlu malu atau takut untuk menegur dosen yang kamu anggap killer. Seringkali, kita merasa dosen tersebut killer karena kurang berkomunikasi dengan beliau saja. Selain itu, mungkin kita juga sering mendengar cerita horor dari kakak kelas tentang beliau. Padahal, dimana- mana kalau belum kenal pasti ada yang kurang sreg. Daripada kita menduga- duga dengan pikiran negatif, sesekali tegur dan ajak ngobrol beliau tentang topik yang lagi happening atau tentang tugas yang diberikan di kelas. Jangan lupa untuk banyak tersenyum ke beliau juga ya

3. Jangan Pernah Menggurui
Saking semangatnya kamu, kadang tidak sadar terlalu over PD, sampai- sampai seolah menggurui dosen yang merupakan walimu di kampus, “Kok gitu sih, Pak? Yang ini tuh harusnya begini… begini… begini…”

Tidak ada yang salah dengan mengoreksi kekeliruan. Tapi menggurui seorang dosen tentu bukan hal yang bisa diterima dari norma kesopanan. Sampaikan lah pendapatmu setelah dosen menyelesaikan penjelasannya. Angkat tangan dan ungkapkan pendapatmu dalam ringkasan bahasa yang sopan. Dengan begitu dosenmu justru bisa merasa salut terhadapmu.

4. Mengkritik di Depan Umum Bisa Membuat Dosen Naik Darah
Bukan berarti beliau itu anti-kritik, bukan.. tapi kritik yang tepat harus disampaikan juga di moment yang tepat. Mahasiswa yang kritis pun bagus, tapi ingat hobi mengkritik itu juga harus pas. Mengkritik dosen killer di depan umum itu sama saja bunuh diri. Jika beliau merasa tersinggung, bisa saja nilaimu ikut- ikutan terpengaruh. Sebisa mungkin, jika ada kritik yang ingin disampaikan, kritiklah secara pribadi dengan menemuinya langsung atau berkomunikasi via telepon. Hal itu akan membuat dosenmu merasa lebih dihargai.

Next